“Saya bangga kepada kawan-kawan, biar masyarakat tahu, beliau-beliau ini melakukan semua ini sukarela, tidak satu sen pun dibayar dari Kemendagri,” ujarnya.
Selain itu, karya tersebut menjadi catatan sejarah, bahwa pada 2021 di masa pandemi Covid-19, Yayasan Pandu Pemimpin Cinta Bangsa, Yayasan Bentang Merah Putih, dan Kelompok Nasional Is Me telah berpartisipasi pada HUT ke-76 Indonesia dengan melahirkan sebuah lagu.
“Dan contoh yang baik ini saya pikir harus terus kita lanjutkan, menggelorakan rasa semangat dan jiwa nasionalisme itu melalui lagu, saya kira metode-metode yang harus terus kita kembangkan,” ujar Bahtiar.
Sementara itu, Bahtiar menilai, lirik lagu “Untuk Mu Indonesia” penuh makna filosofis. Dia meyakini, karya tersebut digarap dengan serius melalui tahapan kontemplasi yang mendalam. Dengan kata lain, lagu tersebut lahir dengan penjiwaan yang mendalam terhadap keindonesiaan.








