Dengan pengalaman yang sudah sejak tahun 2015 bergelut di dunia pertanian, Ayep Zaki bersama tim secara tekhnis sudah sangat siap untuk swasembada kedelai.
Masalah kebutuhan bibit, terang Ayep Zaki, kualitas bibit baik yang berlabel kuning, label putih, label ungu dan label biru, sudah bisa bekerjasama dengan balai benih Kementerian Pertanian.
“Masalah ke dua adalah pupuk. Pupuk juga sudah ditemukan yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman kedelai. Sehingga kami sangat optimis dengan budidaya kedelai itu akan berhasil karena nutrisi untuk pohon kedelainya sudah ada,” papar Ayep Zaki.
Masalah ketiga, dan yang menurut Ayep paling inti adalah dukungan dunia perbankan yang benar-benar harus berkomitmen terhadap terealisasinya swasembada kedelai.

“Jadi harus ada bank yang memang betul-betul fokus mau bekerjasama untuk merealisasikan ini. Bila tidak ada dukungan dunia perbankan, swasembada kedelai memang akan terus menjadi ilusi,” jelas Ayep Zaki.
Ayep Zaki dalam kesempatan ini juga mengingatkan, apabila swasembada kedelai ini tidak direspon secara cepat maka harga kedelai bukan tidak mungkin bisa mencapai 15.000 rupiah per kilogramnya. Per hari ini saja, harganya sudah sebelas ribuan.
Dengan keyakinan penuh, Ayep Zaki menegaskan, dirinya bersama NasDem akan menjadi yang terdepan dalam mewujudkan swasembada kedelai.
“Apabila ini ditangani secara serius, saya dengan dukungan regulasi yang baik, dalam dua tahun ini akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan pemerintah tentang swasembada kedelai ini,” tegasnya.

Diterangkan Ayep Zaki, kebutuhan kedelai Indonesia mencapai kurang lebih tiga juta ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, hanya dibutuhkan lahan dua juta hektar tanaman kedelai.
“Namun dari dua juta hektar tersebut harus mampu menghasilkan panen kedelai yang optimal. Bila itu tercapai, maka dari dua juta hektar tanaman kedelai tersebut 100 persen kebutuhan kedelai lokal bisa terpenuhui,” tandas Ayep Zaki.
Masalah budidaya kedelai, solusi yang harus dilakukan adalah, selain dari program pemerintah, juga harus digenjot program produksi kedelai mandiri yang dibiayai perbankan langsung dengan petani dan off taker.
“Off taker akan menjadi penanggunagjawab. Dan inilah yang harus segera direalisaskikan percepatannya,” pungkas Ayep Zaki.






