Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila mengingatkan juga tentang aspek kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Mau tidak mau Indonesia butuh begitu banyak talenta digital.

“Tantangannya tidak berhenti pada kebutuhan talenta digital saja. Persoalan berikutnya adalah seberapa jauh kesiapan dan kemauan dunia pendidikan nasional beradaptasi dengan perubahan sekarang ini. Kemauan beradaptasi setidaknya harus tercermin pada perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman,” pungkas Bamsoet.

Selain buku ‘Indonesia Era Disrupsi’, Bamsoet juga telah menerbitkan berbagai buku, antara laina ‘Hadapi Dengan Senyuman’ (2022); ‘Negara Butuh Haluan’ (2021); ‘Save People Care for Economy’ (2020); ‘Akal Sehat’ (2019); ‘Dari Wartawan ke Senayan’ (2018); ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ (2017); ‘Republik Komedi 1/2 Presiden’ (2015); ‘Indonesia Gawat Darurat’ (2014); serta ‘Skandal Bank Century di Tikungan Terakhir’ (2013).

Sebelumnya ada buku ‘Republik Galau’ (2012); “Perang-Perangan Melawan Korupsi’ (2011); ‘Skandal Gila Bank Century’ (2010); ‘Ekonomi Indonesia 2020’ (1995); ‘Kelompok Cipayung, Pandangan dan Realita’ (1991); serta ‘Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran’ (1990).