Lebih jauh Dede menjelaskan, dalam sidang pemilihan Ketum DPN Peradah Indonesia dimunculkan 11 orang kandidat calon. Namun 10 kandidat menyatakan mengundurkan diri dan satu kandidat siap maju.

“Nah, karena tersisa satu orang kandidat yakni Gede Ariawan, maka dalam musyawarah-mufakat seluruh peserta Mahasabha ke-12 secara aklamasi menyatakan Gede Ariawan sebagai ketum kembali,” ucapnya.

Sementara Ketum DPN Peradah Indonesia terpilih, mengapresiasi seluruh peserta Mahasabha XII Peradah Indonesia, yang telah mempercayakan dirinya kembali memimpin DPN Peradah.

“Terima kasih kepada seluruh peserta Mahasabha yang kembali mempercayakan Peradah Indonesia kepada saya. Namun demikian, saya tak kan pernah mampu berbuat apa-apa untuk membesarkan Peradah, kalau tidak mendapat dukungan dari rekan-rekan juga seluruh pemuda Hindu Indonesia,” ujar Ariawan.

Baca Juga Gebyar Vaksinasi Binda Banten Diserebu Warga Jumat, 18 Maret 2022
Gebyar Vaksinasi Binda Banten Diserebu Warga

Pihaknya juga kembali menegaskan dan mengingatkan terkait komitmen, yang telah disampaikan saat acara pembukaan Mahasabha XII Peradah Indonesia.

“Apa yang menjadi komitmen kita bersama harus kita usung bersama pula. Peradah mulai Pusat sampai kabupaten/kota harus senantiasa berandengan tangan, bahu-membahu, seiya-sekata untuk tujuan mulia kita,” tandasnya.

Sebagai generasi pemuda Hindu, lanjut Ariawan, Peradah Indonesia harus dapat memberikan solusi dalam setiap persoalan umat Hindu, bukan ikut terjun memperkeruh suatu persoalan.

“Ini perlu diingat, kita selaku pemuda Hindu harus mampu dan berupaya menjadi pencerah, memberi pencerahan terhadap semua persoalan dan polemik yang terjadi di sekitar kita. Pun, jika diperlukan dan atau dibutuhkan oleh organisasi umat Hindu lainnya,” tegas Ariawan.

“Peradah tidak harus ikut dalam konflik dan polemik di tubuh organisasi lain, apalagi ikut memperkeruh suatu persoalan. Kita harus menunjukkan bahwa Peradah adalah pemuda-pemuda yang berintelektuan dan berkarakter,” tutupnya.