Dengan tegas Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada warga NTT yang sudah peduli kepada Pesantren Al-Hidayah.
“Sekali lagi, saya juga bagian pesantren Al – Hidayah ini, saya juga sangat berterima kasih kepada beliau-beliau yang sudah memberikan sebagian rezeki-rezekinya untuk Al-Hidayah, Terima kasih,” ucapnya

Rd Amin juga menyinggung terkait perkunjungan warga NTT di Pondok pesantren Assa’adah Limbangan, Garut
Selain bakti sosial, warga NTT tersebut berkesempatan bersilahturahmi dengan Ketua PCNU Garut.

“Silahturahmi Bapak-bapak yang dari NTT, ini menurut saya sangat luar biasa karena soan yang datang bertamu sesama muslim kepada saya selaku PCNU Garut sudah biasa. Yang ini luar biasa teman-teman yang kebetulan berbeda agama, mereka nasrani yang sangat – sangat menghormati warga muslim atau sesama anak bangsa,” katanya
“Saya sangat senang sekali dan sangat saya berterima kasih dan mudah-mudahan ini menjadi inspirasi untuk semuanya khususnya warga kab. Garut,” ucap Kiyai Rd Amin.
Sementara itu, Donald Izaac selaku perwakilan orang NTT – Sejabodetabek menjelaskan, bantuan sosial yang dilakukan oleh warga NTT merupakan keterpanggilan hati dan kepedulian terhadap sesama manusia
Sebab pesantren merupakan tempat ibadah, rumah Tuhan, rumah ibadah yang digunakan untuk mengajarkan ajaran kebaikan sehingga perlu mendapatkan perhatian dari siapa saja termasuk orang NTT.

“Kami komunitas diaspora NTT yang ada di Jabodetabek merasa terpanggil untuk sedikit membantu melengkapi fasilitas mesjid dan pesantren pada Yayasan Al-Hidayah Limbangan Garut,” sebut Donald
“Bagi kami, tempat ibadah adalah rumah Tuhan, tempat kita beribadah dan mendapatkan ajaran tentang kebaikan. Jadi, wajib hukumnya semua rumah ibadah (Masjid, Gereja tapat ibadah lainnnya harus mendapatkan perhatian dari kita semua, termasuk pesantren tempat membentuk generasi muda bangsa yg berakhlak, berkepribadian dan ilmu pengetahuan,”terangnya.







