TEROPONGISTANA.COM – Jaringan Aktivis Indonesia (Jari) melakukan aksi menolak tambang ilegal agar ditutup. Selain itu mereka juga mendesak Kapolri agar melakukan pemecatan seandainya ada aknum aparat yang terlibat membekenginya.
“POLRI Sudah berminggu minggu kami kelompok mahasiswa dan masyarakat terun turun ke jalan dan mengingatkan DPR RI dan KEMENTRIAN ESDM untuk memproses dan menyelidiki kasus mafia pertambangan illegal yakni TP atau akrab disebut sebagai RATU KORIDOR.”kata Koordinator Jari, Donny Manurung kepada awak media, Rabu (30/3) di Jakarta.
Donny menyebut, telah mengantongi salah seorang nama pengusaha perempuan asal Surabaya tersebut. Nama TP dibuka dalam rapat dengar pendapat antara komisi 7 DPR RI dengan kementrian ESDM pada beberap waktu silam.
“TP digadang gadang sebagai orang kuat yang tidak tersentuh hukum dengan menguasai banyaknya tambang batubara illegal di Kalimantan Timur. Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VIlI DPR RI bersama Kementrian ESDM TP dikatakan bahwa produksi dari usaha batu bara tersebut sebanyak 1 juta ton perbulan berhasil dikeruk akan tetapi semua aktivitas pertambangan tersebut tidak disertai laporan kepada Kementrian ESDM bahkan DPR RI.”tutur Donny.
Baca juga : Jaringan Aktivis Indonesia Minta Polisi Tindak Tegas Tambang Ilegal di Kaltim
Dikatakan Donny, TP diduga memiliki beberapa IUP (izin Usaha Pertambangan) Operasi Pertambangan, dimana salah satunya adalah PT. Sentosa Laju Energi yang aktif melakukan transaksi jual beli batubara di Kalimantan timur. Tetapi Faktanya beberapa lokasi yang memiliki IUP OP tersebut tidak terlihat aktif melakukan kegiatan operasional pertambangan.


