“Saya dan teman-teman di Kejati Banten sangat berterima kasih atas kunjungan, dorongan dan doa yang disampaikan oleh para Ulama Banten. Ini menjadi energi penting bagi kami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.” ujar Kajati Banten Leo Simanjuntak.

Dalam kesempatan itu, Kejati Banten juga memberikan bingkisan terhadap 220 Anak Yatim Piatu dan Santri yang melakukan Dzikir dan doa bersama di masjid Kejati.

Dzikir dan doa dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi Dimyati. Sedangkan tausiyah disampaikan oleh KH Embay Mulya Syarief.

“Kami merasa senang mendapat support dari para ulama Banten. Kami juga ingin berbagi dengan anak-anak Yatim dan Santri dalam menyambut Bulan Ramadhan,” kata Leo.

Kejati Banten juga memiliki Program Khusus untuk memperhatikan kalangan Santri.

“Mereka anak-anak kita, perlu mendapatkan perhatian lebih. Karena itu salah satu programnya adalah Jaksa Jaga Santri. Kita lakukan pendidikan hukum terhadap mereka,” tandas Leo.

Sementara salah satu Ulama Kharismatik asal Cinangka Serang KH Yusuf Al-Mubarok mengungkapkan bagaimana pertemuannya dengan Kajati Banten.

“Subhanallah Tabarokallah bagaimana ramah, sopan dan tawadhu nya Pak Leo Simanjuntak Kajati Banten,” ungkap Kiyai Yusuf Al-Mubarok.

Abuya Yusuf Al-Mubarok menambahkan dalam diskusinya dengan Kajati Banten membahas bagaimana Banten kedepan lebih Kondusif dan sebagainya.

“Ini jadi contoh yang baik sebagai penyelenggara negara. Semoga Pejabat seperti ini terus memimpin negara yang di sukai seluruh rakyat dan Sukses dalam memimpin apapun,” ungkap KH Yusuf Al-Mubarok Cinangka. (Red)