Mantan Kepala Bulog Subang tersebut menjelaskar, bahwa ada empat tahapan yang dilalui seekor ternak sebelum diekspor dalam bentuk daging beku ke Indonesia. Tahapan tersebut adalah peternak, agregator, pemasok, dan rumah produksi.

Dijelaskan Umar, dalam setiap tahapan dimonitoring secara penuh oleh dokter hewan negara bagian. Jumlah dokter hewan di rumah potong (RPH) bisa mencapai puluhan guna memastikan kerbau yang dipotong benar-benar bebas penyakit dan layak untuk proses produksi.

Baca Juga Kemendagri Hadiri Genius Science Expo 2022 Senin, 27 Juni 2022
Kemendagri Hadiri Genius Science Expo 2022

Sistem traceability ternak juga dijalankan dengan baik dimana setiap ternak dipasang eartag sebagai ID ternak dan memiliki kartu identitas yang berisi riwayat vaksin, asal ternak, dan informasi lainnya. Pelayuan (chilling) dilakukan dengan cara menyimpan daging di ruangan bersuhu 0 -5 derajat celcius selama kurang lebih 24 jam membuat tingkat Ph daging di level dibawah 6, pada level tersebut virus tidak dapat bertahan hidup.

“Selain bebas dari PMK, daging kerbau BULOG ini memiliki gizi yang sangat cukup yakni zat besi dan protein yang tinggi daripada daging sapi,” ujar Umar menambahkan.

Daging Kerbau BULOG bahkan mengandung kolesterol dan kalori yang lebih rendah daripada daging sapi.

“Daging kerbau BULOG ini merupakan alternatif pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi ketersediaan akan daging serta dalam rangka menjaga stabilisasi harga di tingkat konsumen,”terang Umar. (Red)