Selain itu, dia menjelaskan, revolusi teknologi informasi dan komunikasi memberi peluang bagi pemerintah untuk melakukan keterbukaan informasi dan komunikasi publik. Untuk mewujudkan itu, salah satunya dengan menerapkan inovasi bagi aparatur melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-government.

“Yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan kepada instansi pemerintah aparatur sipil negara, pelaku bisnis, dan juga masyarakat, dan pihak-pihak lainnya,” ujar Teguh.

Teguh menegaskan, keterbukaan informasi bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, hal itu merupakan sarana dari sistem politik terbuka dan demokratis, untuk menjaga kepercayaan rakyat terhadap kebijakan publik yang akan mempengaruhinya. “Mari kita diskusikan agar peran kita sebagai ASN dapat lebih optimal, utamanya mendukung kesejahteraan rakyat terhadap pelayanan publik,” kata Teguh.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh berharap, para peserta yang terlibat dalam seminar dapat menunjukkan kerja nyata dan mampu menyusun strategi komunikasi yang efektif.