Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan sendiri telah mencanankan lima startegi untuk mendorong sektor. Kelima strategi tersebut yaitu pertama memelihara pasar ekspor dan produk utama. Kedua, fokus pada usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Ketiga, melakukan penetrasi pasar nontradisional. Keempat, memanfaatkan perjanjian dagang. Kelima, reformasi regulasi, khususnya turunan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker).
Menurut Azka, Kinerja ekspor meningkat terutama didorong kembali naiknya ekspor produk sawit sebagai salah satu produk utama dan sejalan dengan strategi Kemendag yang pertama.
Namun, berbanding terbalik dengan strategi kedua karena sektor ekspor masih dikuasai oleh usaha besar.
“Sektor UKM masih membutuhkan bantuan dan dorongan baik dari pemerintah maupun sektor usaha besar untuk melakukan penjajakan ekspor. Kurangnya pengetahuan dan pemanfaatan teknologi terkait ekspor menjadi kendala rendahnya kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional tersebut.” Tambahnya
Dikatakan Azka, bahwa pemerintah perlu merangkul mitra strategis terkhusus yang fokus pada komunitas-komunitas UKM pemula. Untuk mendapatkan pelatihan UKM dan penggunaan platform-platform digital yang tepat sasaran.
“Sebagai organisasi kepemudaan, AMPI dalam hal ini Bidang Perdagangan siap menjadi mitra strategis dan berkolaborasi bersama Pemerintah terkhusus Kementerian Perdagangan untuk mendorong minat anak muda menjadi UKM pemula, juga menjembatani memberikan pelatihan dan pendampingan hingga mampu menjadi UKM yang mampu melakukan ekspor.” Tutup Azka.

