“Semenjak istri saya meninggal, saya tidak bisa bekerja. Hanya tinggal di rumah merawat Egi,” ujar Maman, ketika dijumpai dirumahnya, Kamis 4 Agustus 2022.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya mengandalkan kiriman yang tak seberapa dari anaknya yang tinggal dikota. Sesekali ada tetangga dan kerabat yang memberi sedikit uang, pempers, beras dan makanan.
Maman menceritakan, tahun 2019 lalu, dirinya pernah memndapat Program BPNT, namun karena datanya masih atas nama istrinya yang sudah meninggal, sehingga bantuan BPNT-nya tidak keluar lagi.
Kepala Desa Cimandiri, Kecamatan Pangarangan, Pei ketika di jumpai mengklaim bahwa pemerintah desa sudah melakukan verifikasi dan melakukan input perubahan data dalam aplikasi SIKS-NG. Memang benar lanjut Pei, kartu BPNT-nya atas nama Eti, istri maman yang sudah meninggal 5 tahun silam.

Untuk BJS kesehatan dari pemerintah lanjut Pei, keluarga maman sudah memilikinya dan sampai sekarang kartunya masih aktif.
Mudah-mudah kedepan keluarga maman bisa kembali menerima program BPNT, PKH, bantuan Disabilitas dan bantuan sosial lainnya,” ujar Pei.
Di tempat yang sama, Iik Supriadi, pendamping PKH Desa Cumandiri menuturkan bahwa pihaknya bersama pemerintah desa sudah melakukan verifikasi dan perbaikan data pada aplikasi SIKS-NG. Bahkan dirinya sudah menyampaikan kondisi ini kepada Korkab PKH dan Dinsos Lebak.
“Kita akan bantu dengan maksimal, agar pak Maman bisa kembali menerima Program BPNT, PKH dan bantuan Disabilitas.
Iik juga berharap ada dermawan yang bisa membantu kebutuhan sehari-hari keluarga ini, karena Maman tergolong warga miskin.
“Egi tiap hari pakai pempers. Makan nasi dan lauk dia gak mau. Jadi sehari-hari dia makan bubur dan minum susu cair,” pungkas Iik. * (Shandy)





