TEROPONGISTANA.COM JAKARTA – Konsolidasi semua sumber daya iptek di Tanah Air diyakini mampu memperkuat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sehingga mampu melahirkan inovasi dan invensi unggul sebagai pondasi pokok Indonesia Maju 2045.
Sumber daya iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, anggaran, kapasitas, dan kompetensi riset. Keyakinan itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST, MT, ketika diminta pendapatnya mengenai penguatan BRIN ke depan.
“Ekosistem riset sebaiknya juga didorong agar sesuai standar global terbuka (inklusif) dan kolaboratif dengan berbagai pihak (academics, business/industry, government dan community, atau dikenal ABG-C). Iklim di masyarakat akan semakin ramah dan kondusif dengan integrasi para media,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).
Guru Besar Bidang Material Teknik UNS ini mengatakan, kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia akan mampu diciptakan dengan meletakkan pondasi ekonomi berbasis pada riset dan inovasi yang kokoh, serta berkelanjutan.
“Berbagai bidang fokus riset perlu diprioritaskan adalah Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, Ekonomi Digital, Penguatan Pariwisata, dan Kemandirian Kesehatan,” ungkap profesor termuda sejak 2010 hingga 2021 tersebut.
Dia menilai BRIN akan mampu memfasilitasi kebutuhan penelitian dan kajian ilmiah sehingga menghemat anggaran riset negara dengan sistem resource shearing sarpras riset. Bahkan sinergi ini akan mampu mengakselerasi proses riset.

