Ia menilai, pemerintah pusat terlalu menguasai dan mengendalikan kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah, sehingga agenda reformasi tidak berhasil. Kemudian munculnya oligarki ekonomi yang notabene dikuasai oleh segelintir pihak, atau konglomerat.

Pihaknya juga menganalisa soal ‘Sentralisme Jakarta’, hingga hari ini 70 persen uang yang beredar di Indonesia terkonsentrasi di Jakarta. Sisanya yang 30 persen terdistribusi ke semua wilayah Indonesia. Hal ini tentunya

“Inilah yang membuat daerah-daerah tidak maju, inilah yang mengakibatkan kecemburuan daerah-daerah terhadap Jakarta. Semua kebijakan yang penting dan strategis dibuat di Jakarta, karena Istana Negara, Kantor Menteri ada di Jakarta, juga kantor-kantor pusat perusahaan besar ada di Jakarta,” katanya.

“Sayangnya para pejabat pemerintahan hari ini dikendalikan oleh Oligarkhi Ekonomi dan Politik!. Ada segelintir ‘orang yang super kaya’ yang mengendalikan Istana Negara dan Kementerian. Jika kita ingin Indonesia maju, maka Oligarki tersebut harus segera dihancurkan!” tegas Isbatullah Sjaf Alibasja. [Nanang/Red]