Teropongistana.com – Tentang viralnya video mahasiswa disalah satu perguruan tinggi saat berorasi dalam demo menolak kenaikan BBM Jumat kemarin (2/9) yang menghina Presiden Republik Indonesia menggunakan kata-kata tidak sopan. Begini respon Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika yang mengedepankan soft approach.
“Begitu video orasi mahasiswa dengan kata-kata yang tidak sopan ini viral, kita bergerak cepat, untuk mengamankan saudara Yunus Pasau dari kampusnya, guna melindungi yang bersangkutan dari tindakan persekusi ataupun bullying dari pihak-pihak yang terganggu dengan pernyataan orasi yang bersangkutan, sekaligus dilakukan pemeriksaan oleh penyidit Ditreskrimsus Polda Gorontalo,”kata Helmy melalui pernyataanya, Minggu (4/9).
Baca juga : Komisi II Usulkan Perppu ke Presiden
Helmy menjelaskan bahwa proses hukum tetap berjalan, namun kata Helmy terhadap yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan.
“Kami tidak ingin menghambat proses belajar mengajar yang bersangkutan di Kampus, karena yang bersangkutan ini kan aset bangsa, jadi tidak ditahan, namun proses hukum tetap berjalan, saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi, yang bersangkutan tadi saat diperiksa mengatakan bahwa apa yang dikatakan saat orasi muncul secara spontan, selama pemeriksaan oleh penyidik, yang bersangkutan diberikan edukasi tentang bagaimana menyampaikan pendapat di depan umum yang baik sesuai dengan undang-undang serta menggunakan bahasa-bahasa yang sopan dan beretika yang bisa menimbulkan simpati masyarakat,”Terang Jenderal Bintang dua tersebut.
Mantan Kasatgas pangan Bareskrim Polri tersebut menegaskan bahwa orasi boleh, tapi gunakan Bahasa yang baik.

