Bunyi pasal 15 ayat 2 PP Nomer 94 tahun 2021 kata Sutoto, menyebutkan PNS yang tidak masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah secara terus menerus selama 10 hari kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat 2 huruf d angka 4 diberhentikan pembayaran gajinya sejak bulan berikutnya.
“Dalam PP tersebut dimana salah satu ayatnya juga menyebutkan bahwa apabila pegawai negeri termasuk di dalamnya Guru tidak masuk kerja berturut-turut selama 10 hari itu dapat diberhentikan gajinya pada bulan berikutnya dan apabila secara akumulasi mencapai 54 hari maka dapat diberhentikan dengan tidak hormat.”beber Sutoto.
Baca juga
- Irna Curhat ke Jokowi Tentang Covid 19 dan TOL Serang-Panimbang
Untuk diketahui, ASN yang tidak masuk selama tiga hari dalam setahun diberi teguran lisan. Sementara itu, teguran tertulis dilayangkan kepada ASN yang bolos 4 hingga 7 hari dalam setahun. Adapun ASN yang tidak masuk 7 hingga 10 hari adalah diberi surat peringatan tidak puas.
Seluruh Pegawai ASN yang tidak masuk tanpa alasan sah dan melanggar aturan kerja diberi sanksi tambahan. Pemerintah akan menyetop pemberian gaji kepada abdi negara itu. (Dj/Red)




