Untuk melaksanakan pekerjaan, PT PGASol menerbitkan purchase order (order pembelian) kepada PT ANT dengan nilai pembelian alat sebesar Rp22 miliar lebih Sedangkan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp9,702 miliar lebih sehingga total keseluruhan pekerjaan sebesar Rp31,7 miliar lebih.
Selanjutnya PT PGASol melakukan pembayaran kepada PT ANT sebesar Rp31,7 miliar lebih yang kemudian oleh PT ANT diserahkan kepada PT TAK. “Namun realisasinya PT ANT tidak pernah menyerahkan alat pembuatan sumur geotermal dan tidak pernah menyerahkan alat yang telah disewa kepada PT PGASol,” kata Ade.
Sementara PT PGASol, tuturnya, seolah-olah sudah menerima penyerahan alat pembuatan sumur geotermal dan sewa alat tersebut dari PT ANT dan dibuat berita acara serah terima barang atau fiktif. (Jum)
