Kapolres ungkap selama kurun delapan bulan, para tersangka memperoleh keuntungan mencapai Rp2 Miliar rupiah berasal dari Adsane Youtube.
“Kelompok ini memperoleh keuntungan kurang lebih antara Rp 1,8-2 Miliar. Bayangkan, tapi menimbulkan damage yang sangat luar biasa” kata Hengky.
Hengky menilai sungguh memprihatinkan, demi mencari keuntungan pribadi. Namun, teganya ketiga tersangka ini membuat konflik bangsa Indonesia.
“Membuat kegaduhan, memfitnah, menyebarkan berita bohong hingga membuat terpecah belah atau terpolarisasinya bangsa ini serta mengganggu sinergitas TNI/Polri, ini sangat berbahaya untuk keberlangsungan bangsa,” paparnya.
Baca juga : Gila, Duit dan Emas Pasien Covid-19 Dipaling Saat Karantina di Wisma Atlit
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk memahami pentingnya literasi digital agar tidak mudah percaya. Dengan contoh penyebaran berita bohong serupa di media sosial.
“Karena ini beda dengan media mainstream yang lain. Mereka tidak ada Pemrednya (Pemimpin Redaksi) tidak ada penanggung jawabnya seperti ini Anonymous,” kata Hengky.
“Mari kita bersama-sama bersinergi agar kita bisa terbebas dari adu domba seperti ini hal-hal yang bersifat hoax yang membahayakan masyarakat secara luas,” sambungnya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketiga tersangka berhasil ditangkap pada bulan Agustus 2021.
Peranan ketiga nya cukup sentral untuk melakukan penyebaran konten berupa berita bohong.
“AZ merupakan direktur salah satu PT media televisi di Jawa Timur. Tersangka kedua M sebagai pengelola dari channel. Kemudian yang ketiga AF sebagai pengisi suara,” ungkap Yusri. (Red)


