Teropongistana.com – Tragedi Kanjurahan Malang yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menyisakan kisah tragis yang menewaskan ratusan orang Aremania yang berada di tempat tersebut.
Terkait tragedi Kanjuruhan beredar opini yang menyudutkan Kepada Divisi Hubungan Masyarakat Polri (Kadiv Humas Polri) Irjen Dedi Prestyo yang memberi pernyataan terkait kronologis kejadian di Kanjuruhan.
Selaku Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo selalu memberikan keterangan atau update terkait peristiwa yang terjadi dan melibatkan Kepolisian Republik Indonesia. Dan kabar terbarunya terkait update tragedi Kanjuruhan.
Terkait beberapa pernyataan Irjen Dedi tidaklah mungkin atas dasar sensitifitas kepolisian atas tragedi Kanjuruhan pasalnya beberapa anggota polisi terlibat dalam tragedi tersebut.
Pernyataan Irjen Dedi terkait tragedi Kanjuruhan sudah pasti melalui proses koordinasi dengan para penyidik di lapangan, serta temuan-temuan daripada hasil penyelidikan.
Muhamad Suparjo SM selaku Koordinator Forum Generasi Milenial Indonesia (FGMI) menanggapi opini-opini yang menyudutkan Kadiv Humas Polri. Menurutnya, kita harus berhenti dalam menyudutkan seseorang (Irjen Dedi) yang sedang bertugas dan memberikan update berita terkait tragedi Kanjuruhan, itu akan memperkeruh suasana dan menimbulkan sensitifitas dalam penyelesaian masalah.

