Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Thohir yang hadir meninjau program ini menilai positif upaya PLN mendukung inovasi dan kegiatan produktif dan modern berbasis pemanfaatan energi listrik. Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19, pemberdayaan ekonomi komunitas diharapkan dapat membantu masyarakat melalui krisis pangan yang diprediksi oleh Food and Agriculture Organization (FAO).
“Penting sekali dalam situasi pandemi Covid-19 kita jangan terus tertekan atau bertahan, kita harus bangkit. Ekonomi komunitas adalah suatu kunci, karena itu saya senang sekali bagaimana komunitas yang ada di sekitar kelurahan bisa mulai mandiri,” kata Erick.
Program EA yang diusung PLN menurut Erick sudah sesuai dengan kebijakan TJSL dalam lingkup BUMN yang dituntut untuk semakin efisien. Selain meningkatkan efisiensi, pada tahun ini program TJSL BUMN juga wajib memberikan hasil yang nyata.
“Kebijakan TJSL BUMN di 2021 hanya 3 aspek, pendidikan, lingkungan dan UMKM, karena kita harus semakin efisien. Jangan sampai TJSL sekedar memberi namun tidak ada hasilnya,” tegas Erick.
Senada, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Muhammad Ikbal Nur menyampaikan, seluruh tujuan TJSL PLN adalah membangun ekonomi komunitas. Di samping itu, PLN berharap masyarakat dapat mengembangkan kegiatan yang produktif sekaligus menjaga lingkungannya.
“Buat kami, selain membantu melistriki masyarakat, jika kita mampu mengangkat ekonomi masyarakat pasti akan sangat bermanfaat bagi PLN. Maka dari itu kami memastikan seluruh konsentrasi TJSL PLN harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sesuai dengan konsep EA, komunitas petani di Sako Baru diajak untuk merubah gaya hidupnya untuk lebih berorientasi ke depan. Sehingga sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan lebih maju, ekonomis dan lebih ramah lingkungan.
“Bantuan TJSL ini sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap upaya pemeliharaan lingkungan di sekitar pemukiman masyarakat khususnya di sekitar aliran sungai, sekaligus bisa memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi khususnya di Kelurahan Sako Baru ini,” kata Ikbal.
Di sisi lain, Camat Sako Amiruddin Sandy bercerita, selama ini lahan dimanfaatkan untuk menanam sayur dan tanaman obat. Berkat bantuan dari PLN berupa perangkat hidroponik, peralatan lampu UV dan yang lainnya, produksi dari komunitas di Kelurahan Sako Baru semakin efisien.
“Teknologi yang dibawa PLN _alhamdulillah_ sangat bermanfaat,” ucapnya.
Sementara itu, Amir menambahkan, hasil produksi hidroponik ini kemudian dijual secara mandiri ke pasar dan beberapa restoran, serta hotel dalam skala kecil. Selain itu ada juga konversi panen menjadi mie, jus, dan keripik pangsit.
“Konversi itu akan kita kembangkan lagi dan dijual di beberapa sentra UMKM. Hasilnya nanti dibelikan bibit lagi dan yang lainnya termasuk pupuk organik, atau penambahan media tanam,” kata Amir.
Electrifying Agriculture merupakan program yang dijalankan PLN dalam mendukung sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan sektor agrikultur lain dengan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional.
Melalui EA, PLN secara aktif mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan memasifkan pemanfaatan lahan terbuka yang dikombinasikan dengan EA guna meningkatkan perekonomian masyarakat. (Red)





