“Lemah pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Serang, hal ini membuat para pengusaha tersenyum dan nyaman, bahkan bisa juga pembangunan yang mereka lakukan terjadi asal-asalan. Kalau bisa dikontrol terus dan dipantau, belum lagi proyek Drainase di Jawilan ini selalu bikin macet, ” jelas Dede.
Selain itu, kata Dede, bahwa para pekerja proyek Drainase di Jawilan tersebut juga terlihat tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), Rompi, dan Sepatu Sepatu. Dede menyebut, tak satupun pekerja yang menggunakan APD saat beraktifitas.
“Jelas ini para pekerja mengabaikan K3, .hal ini tentu berbahaya dan bisa mengganggu pengguna jalan. Kalau bisa Pemkab Serang bisa melakukan evaluasi terkait pembangunan proyek Drainase di Jawilan ini,” beber Dede.
Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berusaha untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan yang memang melakukan pekerjaannya. (Daus)
