“Golok Banten merupakan senjata yang mempunyai nilai historis tinggi sejak masa kesultanan, kemerdekaan hingga saat ini,” jelasnya.
Bahkan, Kapolda menyebut bahwa golok Banten bisa bertahan hingga ratusan bahkan mungkin ribuan tahun. Ini didukung oleh bukti laboratorium bahwa tingkat kekerasan dari golok Banten memiliki kekuatan yang lama.
“Sampai saat ini masih kita lihat seninya baik bentuk, pamor, model atau jenis dan hal lain terkait dengan yang kasat mata atau tidak kasat mata,” ujarnya.
Secara pribadi, Kapolda sendiri menyukai golok karena nilai estetikanya. Teknik tempaan, lipatan logam pada golok Banten memiliki keindahan dengan ciri khas ‘pamor’ yang indah.
Golok juga katanya memiliki misteri dalam aspek esoteris yang sifatnya pengalaman individual. Apalagi, golok Banten dibuat tidak asal-asalan, tetapi dibarengi dengan ritual, tirakat, laku prihatin oleh para pembuatnya.
“Pusaka golok Banten tersebut, khususnya Polda Banten merasa terpanggil untuk ikut melestarikan golok Banten,” ujarnya.
Di tempat sama, Pj Gubernur Banten Al Muktabar setuju dengan pelestarian golok Banten sebagai warisan budaya. Apalagi, golok Banten sudah dikenal dan jadi entitas yang melekat dengan warga Banten.
“Dan itu perlu terus-menerus kita lestarikan dan di Banten ada pegiat pelestari golok ini,” tambahnya. (Deni)
