“Kami heran dan kecewa terhadap apa yang dilakukan partai Nasdem, dalam hal ini melakukan safari politik bersama Anies bahkan pada waktu yang tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agenda politik ini sungguh tidak berdasar,” tutur Muhamad Husein.

Kata Husein, Nasdem mengingkari janji politik nya untuk tidak menggunakan politik identitas dengan mengusung Anies Baswedan ini. Masyarakat Sumatera Barat tidak boleh lupa, politisasi agama yang pernah dilakukan Anies pada Pilkada Jakarta masih meninggalkan luka.

“Harusnya itu jadi catatan kita bersama, bahwa tidak ada tempat untuk kembali mempermasalahkan perbedaan diantara kita, apa lagi hanya untuk sekalas memenangkan pemilu.” beber Husein.

Lebih lanjut, kata Husein, massa aksi terlihat bergantian dalam menyampaikan orasi politiknya. Dengan teriakan sorakan “tolak Anies!, Tolak Politik Identitas, NKRI Bersatu!”. Terhadap penolakan tersebut Anies tidak terlihat menemui atau menanggapi aksi tersebut. Salah satu orator aksi, Yusril menyampaikan,

“Kita yakin dan percaya bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak akan mudah dibohongi oleh politisi yang tidak amanah. Kita Menolak Anies dengan dasar yang jelas, Anies tidak pernah terbukti nyata bekerja untuk rakyat, hanya memainkan tipu muslihat kepada masyarakat. menggunakan sentimen-sentimen yang berbau sara dalam megambil simpati masyarakat, tentu ini yang kita tolak. Masyarakat Sumatera Barat adalah masyarakat yang cerdas, tidak akan mudah terkena tipu muslihat,” ucap Husen.

Diketahui hari kedua Anies Baswedan di Sumatera Barat, ditengah cuaca mendung dan hujan deras akan menjalani berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya menghadiri acara relawan perubahan, kegiatan di LKAAM Sumatera Barat, melakukan media visit, temu ramah di Baiturrahmah, dan diagendakan selesai itu akan bertolak menuju Pekanbaru untuk melanjutkan safari politiknya.