Saat meninggalkan ruangan sidang pihak Andhika dalam hal ini diwakili kuasa hukumnya Amir Hasan, menerangkan bahwa Andhika Putra menuntut apa yang sudah diterbitkan oleh dinas ketenagakerjaan tentang hak-hak ketenagakerjaan.

“Pada pokok perkaranya kami menuntut agar PT Mutiara Jawa memenuhi hak saudara Andhika berdasarkan surat Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya saat diwawancarai.

Baca juga 

Sebagai informasi, PT Mutiara Jawa, perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut domestik khusus untuk barang, telah melakukan pemecatan kepada karyawannya secara sepihak. Perusahaan dengan pemegang saham asal Korea Selatan tersebut melakukan PHK tanpa memberi pesangon apapun.

Andika Poetra Utama adalah karyawan PT Mutiara Jawa yang telah bekerja diperusahaan itu sejak tahun 2016 lalu. Namun pada tanggal 2 Oktober 2020 lalu dipecat oleh Direktur Utama perusahaan itu, Choi Jun Ho tanpa memberikan pesangon.

Atas hal itu, Andika pun lantas mengadukan perusahaan Korea itu ke Dinas Tenaga Kerja Jakarta Selatan. Tanggal 15 Maret 2021, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta pun kemudian memutuskan bahwa PT Mutiara Jawa wajib membayarkan pesangon kepada Andika Poetra.

Baca Juga Presiden Erdogan Akan ke Indonesia, Ada Apa Minggu, 31 Oktober 2021
Presiden Erdogan Akan Ke Indonesia, Ada Apa

Jumlah pesangon yang harus dibayarkan mencapai Rp419 juta lebih. Tapi surat anjuran dari Disnaker DKI Jakarta itu tak juga digubris oleh PT Mutiara Jawa. Alhasil melalui kuasa hukumnya dari kantor hukum Daar Afkar & Co. Lawyers, Andika melayangkan gugatan terhadap perusahaan dari negeri ginseng tersebut.

Head of HR PT Mutiara Jawa, Kartika Sari Kolompoy enggan menjawab terkait gugatan ini. Saat dikonfirmasi oleh wartawan dia mengatakan bahwa permasalahan ini sudah ditangani kuasa hukum perusahaan.

“Karena sudah di ranah media, saya tidak ada kapasitas untuk menjawab,” jawabnya kepada wartawan.