“Ini di dalam gereja saya tidak mungkin berbicara selain kebenaran. Aparat Penegak hukum sudah buta mata buta hati,” celetuknya.
Usai melakukan kampanye negatif kepada Pemerintah Kutai Barat, ternyata Ismail langsung menegaskan jika daerah tersebut harus dipimpin oleh sosok adik Iparnya yakni Hilarion. “Terus terang, pada malam ini ada Hilarion yang siap akan mengubah kondisi seperti ini, jangan berlarut, cukup kita menderita dari 2016 sampai 2024 dengan kebohongan-kebohongan” ujar Ismail
Kampanye negatif Ismail di gereja ini, ternyata ada maksud tersendiri untuk menaikkan pamor adik iparnya, Hilarion yang digadang bakal maju sebagai Bakal Calon Bupati Kutai Barat pada Pilkada 2024 mendatang. Sejumlah pihak bahkan menyebut apa yang dilakukan Ismail tak lain merupakan politisasi gereja untuk kepentingan Pilkada. (Nanang)
