Muhammad Arifin menjelaskan kini banyak platform media sosial yang terbuka untuk digunakan namun ruang aplikasi yang tersedia itu belum diisi secara maksimal. Juga diingatkan, untuk mengikuti perkembangan itu maka seharusnya pendakwah adaptif dengan perkembangan media sosial.
Dr. MD Noor Bin Husein, Dekan Fakultas Pengajiana Peradaban Islam UIS Selangor, sama seperti Muhammad Airifn, juga mengingatkan bahwa ruang media sosial harus diisi dengan materi dakwah. Perlu diingat, jelas MD Noor, bahwa dakwah sesungguhnya berhadapan dengan beragam katagori umat Islam. Ada yang beragama Islam tapi tidak beramal dengan cara Islam. Peng-amalan beragamanya bermasalah. Pedakwah harus melakukan berbagai pendekatan khusus dan itu tidak mudah.
“Dakwah Islam juga menghadapi kondisi Islamophobia yang menjadikan umat non-muslim takut dan kuatir bila berhubungan dengan Islam, ini adalah sejumlah masalah yang dihadapi dakwah Islam hari ini,” kata MD Noor Bin Husein.
Seminar Internasional yang dilakukan secara bersama antara UMSU dan UIS Selangor itu menjadi penguatan kedua perguruan tinggi dalam membangun jejaring internasional.
UMSU dalam membangun kapasitasnya menjadi World Class University terus membangun jejaring internasional, khususnya dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan Asean. (Hendro)