Berdasarkan hal itu ia menyesalkan atas perizinan yang di berikan oleh pihak Pemprov, menurutnya jalur itu bukanlah yang tepat untuk dijadikan lokasi balapan, karena selain dari menggangu arena perkantoran, juga suara mobil yang bising hingga mengganggu pengguna jalan, dan warga di seputaran.
“Sangat kami sayangkan area tersebut dijadikan sebagai lokasi balapan, jalur tersebut menutup akses untuk area perkantoran, dan juga jalan tersebut sebagai jalan lalu lalang masyarakat, selain membuat bising atau menggangu masyarakat, masyarakat juga terpaksa mencari jalur yang lain hingga lebih jauh, karena jalur tersebut dipagari dengan seng di pasang di lampu merah,” tutupnya.
Atas kejadian itu saat awak media ingin konfirmasi ke lokasi kejadian, awak media tidak di perizinan masuk. “Kalua ingin masuk harus bayar,” ujar salah satu penjaga yang tidak mau menyebutkan Namanya kepada awak meida, sampai berita ini di terbitkan awak media tidak mendapat izin masuk ke lokasi, Sabtu (25/2/23), siang.



