“Bisa dikombinasikan pupuk yang biasa digunakan petani, dan sudah terbukti di berbagai komoditas seperti tanaman padi, jagung, kedelai, serta hortikultura lain seperti bawang merah sampai tanaman perkebunan seperti kelapa sawit,” papar Ayep.
Dengan kehadirina pupuk Futura, Ayep berharap bisa menjadi solusi alternatif atas kekurangan pupuk yang terjadi.
“Jika kawan-kawan berminat bisa berkunjung ke website bursatani.com,” tambah dia.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam satu unggahan di instagram resminya, Kamis (9/3) menyatakan bahwa kebutuhan pupuk secara nasional kurang lebih 13 juta ton.
Pabrik-pabrik industri pupuk di Indonesia sejauh ini dapat memproduksi sekitar 3,5 juta ton dan ada tambahan dari Pupuk Iskandar Muda 570 ribu ton ditambah impor pupuk sebanyak 6,3 juta ton, namun belum mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional.
Menjadi salah satu fokus Presiden Jokowi menghadirkan solusi pemenuhan kebutuhan pupuk nasional yang juga menjadi problem dunia karena tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah Rusia dan Ukraina yang masih berperang.
