Menurut Andika, program ini sebagai bentuk tanggung jawab Karang Taruna terhadap persoalan sosial generasi muda, dimana mereka nantinya tidak lagi kesulitan mengakses jenjang pendidikan lanjutan di perguruan tinggi atau pekerjaan, karena sudah memiliki dokumen kependudukan yang resmi.

Di samping itu, lanjutnya, Karang Taruna juga membantu pemerintah dalam proses pembangunan dengan menyediakan data kependudukan yang valid dan upt date sehingga memudahkan dalam perencanaan pembangunan.

Program ini, lanjutnya, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya dokumen kependudukan sebagai kewajiban bagi setiap warga negara. “Dari sini diharapkan generasi muda akan menjadi warga negara yang lebih taat hukum dan patuh aturan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan kegiatan yang dilakukan saat ini adalah bagian daripada bagaimana memberikan identitas kependudukan secara merata kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya Kabupaten Serang. ”Ketika identitas kependudukan dalam bentuk fisik banyak kendala, sekarang kita launching identitas kependudukan dengan cara digitalisasi,” ujarnya.

Ini juga : Kawal Investasi, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Dampingi Menteri Investasi

Dengan cara digitalisasi itu, kata Pandji, akan lebih mudah mengidentifikasikan kependudukan karena hampir 95 persen masyarakat di Indonesia khususnya Kabupaten Serang itu sudah memakai smartphone. Dengan adanya smartphone akan lebih mudah di data, di identifikasikan KTP dengan KTP digital.

”Sehingga KTP (digital) ini nanti tidak memerlukan bukti fisik cukup di daftarkan dan nanti akan muncul di aplikasi, sekarang dengan adanya launching ini,” katanya.

Pandji berharap, dari target 25 persen dari jumlah masyarakat wajib KTP sebanyak 1,2 juta dari jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1,7 juta. Dia menyebutkan, Pemkab Serang melalui Disdukcapil baru mengejar target di 25 persen dari 1,2 juta atau baru 300 ribu. (Deni/red)