”Ketika seseorang memilih untuk apatis atau antipati, ia mungkin merasa bahwa suaranya tidak akan membuat perbedaan atau tidak memiliki kepentingan dalam hasil pemilihan. Namun, ketika terlalu banyak orang yang memilih untuk tidak aktif, hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang signifikan pada hasil pemilihan, termasuk pemilihan seorang pemimpin yang tidak mewakili keinginan mayoritas.” Tambah Tokoh Muda Golkar ini

Masalah kepercayaan atau trust issue dalam politik dapat menjadi penghalang bagi partisipasi politik anak muda. Banyak anak muda yang merasa bahwa politisi tidak jujur, korup, atau tidak mewakili kepentingan mereka. Ini dapat menyebabkan rasa ketidakpercayaan terhadap sistem politik secara keseluruhan.

Baca Juga YPPDB Gelar Audiensi dengan Kemenag Lampung Tengah Selasa, 21 Maret 2023
Yppdb Gelar Audiensi Dengan Kemenag Lampung Tengah

Namun, penting untuk diingat bahwa politik adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat dan keputusan yang dibuat oleh para pemimpin politik dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, meskipun mungkin sulit untuk mempercayai politisi, anak muda masih harus berpartisipasi dalam proses politik dan memberikan suaranya dalam pemilihan umum.

”Untuk mengatasi trust issue politik, penting untuk mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dalam politik. Pendidikan politik yang akurat dan tidak bias serta akses yang mudah ke informasi tentang kandidat dan masalah-masalah yang dipilih dapat membantu meningkatkan kepercayaan pada sistem politik.” Lanjut ketua DPP AMPI

”Wacana untuk menyelanggarakan debat calon pemimpin bangsa atau daerah di kampus-kampus merupakan satu hal yang konkrit dan perlu dilakukan. Alasannya sederhana, karena menguji kemampuan calon pemimpin dalam panggung akademis perlu dicoba, sehingga gagasan-gagasan yang keluar murni dan tidak dibuat-buat. Hal ini juga akan menarik ketertarikan generasi muda, karena merasa dilibatkan secara langsung.”