H Kholid menyebut, festival tabuh beduk merupakan ide semangat untuk para remaja dan dewasa untuk berkreasi serta melestarikan budaya disetiap desa. Dan juga untuk mengembangkan bakat kaum remaja yang gemar tabuh beduk.

“Tabuh beduk ini tentunya bisa memberikan inovasi untuk masyarakat Kecamatan Teluknaga, tentunya dengan beberapa inspirasi dan inovasi yang dikedepankan anak muda kelompok-kelompok di mushola dan masjid tergantung di tabuh beduk,” ucapnya.

Baca juga:

Ketua DPRD kabupaten Tangerang Kholid Ismail : Pemuda Butuh Semangat Dalam Membangun Ekonomi

Di lokasi yang sama, Camat Teluknaga Zam-Zam Manohara sangat mensupport kegiatan festival tabuh beduk yang diselenggarakan Katar dan KNPI, yang merupakan adat budaya umat islam yang diadakan setiap satu tahun sekali.

“Saya ucapkan selamat, sukses serta apresiasi untuk pemuda Kecamatan Teluknaga di wadah Katar dan KNPI, yang sudah agendakan festival tabuh beduk yang merupakan tradisi adat budaya di Kecamatan Teluknaga,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Katar Kecamatan Teluknaga, Prayogo Ahmad Zaidi mengatakan, bahwa festival tabuh beduk diadakan untuk menyambung tali silaturahmi antar umat beragama khususnya umat islam, dan membangun karakter untuk para remaja yang baik.

“Tabuh beduk ke 32 tahun ini kami adakan untuk jalin silaturahim antar umat beragama terutama umat muslim karena ini bernuansa islami. Selain itu ada nilai-nilai karakter yang kami bangun untuk para remaja agar tidak tawuran,” ujarnya.

Lanjut Prayogo menjelaskan, bahwa festival tabuh beduk tingkat Kecamatan Teluknaga telah diikuti 32 peserta dari berbagai mushola dan masjid. Akan tetapi kata Prayogo, setelah pihaknya melakukan audisi sebelum idul fitri yang tersisa hanya 15 peserta.

“Peserta yang daftar ada 32, akan tetapi setelah kami adakan audisi saat malam takbiran, yang berhasil maju ke ke final hanya 15 peserta dari berbagai mushola dan masjid yang berada di Kecamatan Teluknaga,” paparnya.