Fakta Petugas Bandara Soetta Dicopot Gara-gara Cium Tangan Habib Bahar

Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu menyebut bahwa biaya haji sudah sangat murah dan rasional.

Pihaknya merinci, biaya haji sebenarnya sebesar Rp90 juta, akan tetapi jemaah hanya membayar Rp50 juta, berbeda dengan ibadah umroh yang bisa mencapai Rp40 juta.

“Biaya haji kita itu sebenarnya adalah Rp90 juta, para jamaah hanya membayar Rp50 juta dan itu tentu paling murah untuk waktu selama 40 hari. Umroh saja yang hanya sembilan hari biayanya mencapai Rp. 40 juta,” jelasnya.

Ia menggambarkan, dulu pada tahun 1995, jemaah haji harus membawa kompor, beras, bumbu masak dan lain-lain ketika berangkat haji. Karena saat itu pemerintah belum bisa menyiapkan makanan untuk jamaah.

“Kini itu tak perlu lagi karena para jamaah sudah mendapatkan jaminan pelayanan makanan yang bagus dengan citra makanan nusantara dengan standar gizi yang baik dan berkualitas,” sebut Kang Ace.

Dulu jamaah ‘ngelek’ (menenteng) koper setiap bepergian. Sekarang tidak lagi. Kualitas pemondokan juga sudah jauh lebih baik,” tambahnya.

Namun begitu pihaknya akan terus memantau agar para jamaah makin nyaman beribadah. Sehingga bila masih dijumpai adanya kekurangan di lapangan Kang Ace meminta para jamaah bisa melaporkannya.

“Pelayanan harus terus diperbaiki, bila ada yang tidak sesuai jangan segan laporkan untuk dilakukan perbaikan,” katanya.

Kang Ace juga memastikan bahwa dana haji para jamaah selama ini sangat aman.

Semuanya digunakan untuk kepentingan jamaah dan umat Islam serta diawasi dengan sangat transparan. Sehingga tidak boleh percaya sama hoak-hoak bahwa dana haji digunakan untuk kepentingan lain.

“Sebagai wakil rakyat dari KBB dan duduk di Komisi VIII, saya terus berupaya agar layanan haji makin baik. Saya juga memastikan dana haji itu aman,” pungkasnya.(rhm)