Tahapan skrining dintaranya adalah pengecekan kondisi kesehatan, warga binaan ditanya bagaimana kondisi yang dirasakan saat ini.
Setelah itu warga binaan diarahkan untuk mengambil sampel dahak ke dalam tempat yang sudah disiapkan.

Sebelum pengambilan sampel dahak, warga binaan dicek terlebih dahulu tensi, serta kondisi badan lainnya seperti tinggi dan berat badan.
“Pemberantasan terhadap TB HIV-Hepatitis harus rutin dilakukan, mengingat penyakit ini adalah penyakit yang penularannya cukup cepat, maka dari itu harus kita cegah dan obati serta dilakukan karantina”. Ujar Ibu Agung dari Penabulu.
BacaIni : Kalapas Cianjur : Keamanan Harus Dikuatkan Dan Ditingkatkan
Hasil Skrining akan diuji terlebih dahulu di lab dan baru mendapatkan hasilnya di hari besoknya.
Apabila terdapat warga binaan yang terjangkit atau terinveksi TB HIV-Hepatitis, maka akan dipisahkan atau di karantina agar tidak menularkan ke warga binaan lainnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan skrining tersebut, kesehatan seluruh warga binaan dapat terpantau sehingga tidak menimbulkan penularan yang tentunya dapat merugikan dan berkepanjangan. (Deni/red)









