Baca juga: KITA Bagikan Al-Quran Kepesantren Salafi di Lebak
Kalangan tersebut seringkali mendapatkan stigma buruk dan diskriminasi. Hal ini kemudian mengakibatkan timbulnya permasalahan kesehatan dan sosial yang sulit dipulihkan. Selain itu, kondisi ini juga diperparah dengan hanya 20 persen penyalahguna narkotika tersebut yang mendapatkan layanan rehabilitasi.
“Hal ini tentu menjadi keprihatinan dunia dan perlu mendapatkan perhatian serius dari kita bersama. Kita harus mengedepankan upaya pencegahan dan menghilangkan stigma buruk dan diskriminasi,” ujar Golose pada acara bertajuk “People First: Stop Stigma and Discrimination, Strengthen Prevention” tersebut.
Komisi II DPR RI Apresiasi Kementerian ATR-BPN Respon Keluhan Warga
Dia mengimbuhkan, BNN RI sebagai leading institution penanggulangan permasalahan narkotika memiliki sejumlah pendekatan dengan menerapkan strategi komprehensif. Strategi itu yakni soft power approach, hard power approach, smart power approach, dan cooperation. Selain itu, BNN RI juga terus mendorong upaya pencegahan untuk meningkatkan daya tangkal dan ketahanan diri masyarakat dengan bahaya narkotika. Upaya tersebut dilakukan dengan ikut serta menyebarluaskan informasi, edukasi, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Di samping itu pendekatan ini juga meliputi peningkatan aksesibilitas, dan aksesibilitas pelayanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba dari kecanduan,” tandasnya.
