Politisi Partai NasDem ini mengimbau jemaah haji tetap disiplin memakai masker untuk membatasi penularan virus yang menyebabkan batuk dan pilek tersebut.

“Saya amati saat bertemu mereka di pemondokan banyak jemaah haji yang mengalami batuk pilek. Penyakit batuk pilek tersebut karena faktor cuaca dan kelelahan setelah melaksanakan puncak haji di Armuzna,” ujar Hasnah.

Ini Juga : Polres Lebak Kawal Jemaah Haji Kloter 44 Lebak, Simak Selengkapnya

Kondisi kelelahan menyebabkan kesehatan menurun, lanjut Hasnah sehingga jemaah mudah terserang batuk pilek apalagi jika tidak pakai masker.

Meski tidak berbahaya, batuk pilek bisa membuat aktivitas jemaah haji menjadi tidak nyaman. Batuk pilek disebabkan infeksi virus, terutama rhinovirus, pada hidung dan tenggorokan.

Virus ditularkan melalui kontak secara langsung dengan penderita atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus.

“Memang batuk pilek bisa diobati sendiri di hotel pemondokan jemaah haji tapi jangan menganggap itu sepele lalu dibiarkan saja, lebih baik ke klinik di kloternya masing-masing.

Itukan ada pusat kesehatannya, langsung ke sana minta obat. Pastikan cairan tubuh tercukupi dengan banyak minum air hangat ini penting untuk mengurangi gejala batuk pilek. Jemaah haji perlu minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.

Selain itu, jemaah haji dapat mengonsumsi air lemon hangat atau sup untuk menambah asupan cairan,” saran Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini.

Baca Ini : Warga Binaan Lapas Cirebon Latihan Bola Voli, Jaga Kesehatan Tubuh

Sering minum juga bertujuan untuk menghindarkan jemaah haji dari kelelahan dan dehidrasi yang dapat memicu munculnya penyakit lainnya.

Istirahat yang cukup penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh jemaah haji untuk melawan virus.

Selain membantu mempercepat penyembuhan, istirahat yang cukup bisa mencegah risiko penularan virus ke orang lain. “Terakhir, silahkan minum obat agar cepat sembuh dan sehat,” tutup Hasnah yang juga dokter gigi ini.