“Jati diri bangsa Indonesia ini adalah pondasi dan kunci untuk menghadapi era globalisasi, digitalisasi, modernisasi dan era apapun. Agar anak-anak bangsa Indonesia tetap maju, kreatif, modern tetapi tetap berkarakter Indonesia. Untuk itulah jatidiri bangsa ini perlu kita deklarasikan sebagai ungkap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa agar jatidiri bangsa ini terus kuat dan lestari,” papar anggota Dewan Kesenian Kabupaten Kediri ini.

Jajaran pemerintah Kabupaten Kediri, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kediri, para veteran, generasi muda, anak-anak sekolah dan masyarakat turut menjadi saksi deklarasi ini.

“Hadir menjadi saksi pada mendeklarasikan Kembali Ke Jatidiri Bangsa Indonesia Manungalnya Keimanan dan Kemanusiaan, Manunggalya Kesadaran Berbangsa dan Kesadaran Bernegara ada staf Ahli Bupati Kediri yang hadir mewakili Bupati Mas Bup, Ketua DPRD, Bekesbangpol dan para veteran Kebupaten Kediri,” aku Lukti Sudiarto Sekretaris panitia.

Upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka mensyukuri Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri berlangsung meriah, diawali dengan pagelaran tari kolosal, teater, santunan anak yatim, tali asih para veteran, kemudian dilanjutkan dengan ujuban dan selamatan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Kushartono/Red)