Teropongistana.com Lebak – Matahukum Kembali mengingatkan agar pelaku usaha tambang illegal di Lebak, Banten segera sadar, karena aktifitasnya saat ini menjadi persoalan serius di Masyarakat. Hal tersebut dikatakan Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir saat berdiskusi dengan salah seorang apparat yang berada di Lebak.
“Aktivitas tambang yang kian merak berharap agar para pelaku tambang illegal segera sadar,dan tolong hargai kami ini permerintah jangan mereka semakin merasa bebas dalam melakukan usaha pertambangan. Apalagi tanpa ada koordinasi yang baik kepada pemerintah daerah, sehingga aktivitas pertambangan di lebak ini tidak semakin menjadi persoalan masyarakat yang menimbulkan berbagai dampak, jalan rusak, kecelakaan,’’ kata Sekjen Matahukum, Muksin Nasir sambil menirukan ucapan dari seorang apparat tersebut, Sabtu (19/8/2023)
Lebih lanjut, kata Mukhsin pihaknya mengklaim telah melakukan penelusuran diberbagai lokasi galian tanah merah, galian pasir, batubara dan tambang emas. Menurutnya tak ada dampak positif ke Masyarakat sekitar, malah yang ada hanya membuat jalanan menjadi rusak dan berdebu serta bergelombang.
“Dampaknya banyak, lingkungan tercemar, lalulintas menjadi terganggu terutama masyarakat pengguna jalan. Ekonomi Masyarakat sekitar juga tidak meningkat. Saya sudah mendapatkan sebagian laporan dari Masyarakat yang tempat tinggalnya tak begitu jauh dengan area pertambangan. Rata-rata mereka mengeluhkan semua tentang adanya aktifitas pertambangan karena lebih banyak negatifnya, apalagi bekas-bekas galiannya yang memang bisa berbahaya karena menyisakan lubang-lubang yang dalam dan tidak ditutup Kembali,’’ jelas Mukhsin sambil melihatkan data yang dia peroleh dari lapangan.
Selanjutnya, Mukhsin berharap kepolisian tak sebatas menangkap pelaku tambang ilegal. Tetapi, perlu membongkar jalur penjualan materialnya secara menyeluruh.
“Penindakan tidak hanya selesai pada menangkap pelaku tambang ilegal tetapi pemeriksaan mendalam terkait jalur pengangkutan hingga penjualannya, siapa yang terlibat, bagaimana mekanismenya dan mengapa ini dibiarkan berlarut hingga sekarang,” ucap pria Makasar tersebut saat berdiskusi dengan salah seorang pelaku eks tambang di Hotel Maris Sentral.

