“Harus ada pemandu, pemimpin ke depan. Di depan kita ada salah satu tokoh Sukabumi dan beliau juga merupakan salah satu tokoh nasional yang kita harapan dapat melakukan gerakan-gerakan perubahan,” kata dia.

Sebelumnya lanjut dia kerap kali menemui kandidat yang justru meninggalkan masyarakat usai terpilih melenggang ke parlemen. Kekeliruan masyarakat dalam memilih kandidat pada waktu-waktu yang lalu itu lanjut dia jangan sampai terulang lagi karena banyak merugikan masyarakat.

“Tetapi ketika kita putuskan 2024 ada calon yang dekat, karyanya sudah ada, buktinya juga sudah nyata, punya ide dan gagasan yang rasional menurut saya,” tambah dia.

Salah satu ide dan gagasan yang rasional menurut dia adalah upaya Ayep dalam membangun ekosistem pertanian. Dia begitu tertarik karena sumber makanan memang menjadi kebutuhan primer yang dibutuhkan seluruh masyarakat dunia. Selain itu dia juga meyakini wilayah Sukabumi sangat kaya akan potensi pertaniannya.

Menurut dia dalam tangga menggenjot kehidupan ekonomi Sukabumi makin baik lagi diperlukan basis ekonomi yang kuat dengan kerja bersama dalam menata kebaikan seperti apa yang terus digelorakan Ayep.

“Dan kepada para hadirin semua kita harus berpikir rasional, berpikir dengan sadar kalau sudah itu ketemu harapan ke depan kita tinggal bergandengan tangan sambil membantu, bahu membahu bekerja sama untuk menatap perkembangan ke depan,” tutup dia. (WH)