Menjadi saksi dalam perkembangan suatu lembaga adalah kebanggaan tersendiri bagi Yagus Suyadi. Terlebih dengan capaian kinerja yang semakin pesat dalam hal pendaftaran tanah.

Ini Juga : Kapolda Terima Kunjungan BPN Banten dan Jawa Barat

“Sebagai generasi emas, di mana kita mengalami dari Ditjen Agraria sampai sekarang, yang membanggakan bagi saya adalah kinerja terkait dengan capaian pendaftaran tanah yang menjadi amanat Pasal 19 UUPA. Alhamdulillah mulai saya sebagai Kepala Bagian Perundang-Undangan diberikan kepercayaan untuk bisa merumuskan Peraturan Menteri terkait PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, red) dan ini luar biasa hasilnya,” ungkapnya.

Pemahaman dan keterampilan yang dimiliki Yagus Suyadi tak menghentikan kariernya di masa purnabakti. Saat ini, ia dipercaya oleh Menteri ATR/Kepala BPN sebagai Tenaga Ahli Bidang Bantuan Hukum, Perlindungan, dan Pendampingan Hukum. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia berpesan kepada generasi penerus untuk tetap bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga Kejari Jakbar Kembali Sita PT. Quartee Technologies Jumat, 22 September 2023
Kejari Jakbar Kembali Sita Pt. Quartee Technologies

“Yang paling utama adalah sebagaimana tusi saya, saya selalu mendampingi terhadap permasalahan hukum, yang penting adalah bagaimana kita bisa menjalankan sesuai dengan tugas dan fungsi, sesuai dengan kewenangannya dan semuanya didasarkan pada peraturan yang menjadi dasarnya,” pesan Yagus Suyadi.

Timoraya Saragih yang juga memasuki masa purna setelah mengabdi selama 33 tahun di Kementerian ATR/BPN turut menceritakan pengalaman menariknya saat menjabat di Subdirektorat Hak Komunal dan Tanah Ulayat. “Ada banyak gebrakan baru karena di kita itu paling banyak masyarakat belum memahami bagaimana ulayat, komunal, tapi mereka sudah berbondong-bondong dengan mendengar sedikit tentang aturan kita,” ucapnya.

Baca Juga Long Dry, Dewan Syura PKB Ajak Masyarakat Salat Istisqo Jumat, 22 September 2023
Long Dry, Dewan Syura Pkb Ajak Masyarakat Salat Istisqo

“Yang menarik juga, kita membuat MoU dengan beberapa universitas, kita bekerja sama, kita merasakan bagaimana bekerja dengan ilmuwan-ilmuwan, bagi saya itu menarik. Sampai akhirnya kemarin saya dengar sudah ada di Papua dan Sumatra Barat ada SK Penetapan Hak Ulayat dan akan ditindaklanjuti dengan pemberian HPL (Hak Pengelolaan, red). Itu ada hal yang buat saya bangga dengan kerjaan yang kita kerjakan,” tambah Timoraya Saragih kepada wartawan.

Baca Ini : Komisi II DPR RI Apresiasi Kementerian ATR-BPN Respon Keluhan Warga

Ia pun meninggalkan pesan kepada generasi penerus Kementerian ATR/BPN. “Ayo maju melayani dengan sungguh-sungguh. Jangan pandang bulu, jangan melihat siapa yang kita layani, semua harus kita bantu, semampunya kita berikan informasi, supaya orang luar tidak menilai BPN dengan pandangan negatif. Jangan mengecewakan publik karena kita pelayan publik,” pesan Timoraya Saragih.

Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam momen tersebut, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni.

(Deni/red)