Teropongistana.com Jakarta – Bahwa suatu keniscayaan dalam rangka menghadapi ancaman keamanan siber non-teknis seperti scam phising, HOAKS dan disinformasi, hal yang paling signifikan diruang digital adalah “Negara” harus memiliki kecakapan digital yang sangat baik.
Demikian juga hal nya bagi POLRI harus memiliki kecakapan digital yang sangat baik dan berkualitas.
Menurut Irjen Purn Sisno Adiwinoto dan Pengamat Kepolisian mengatakan, Jadi untuk membangun “ketahanan masyarakat digital” tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga aspek non-teknis dalam ancaman keamanan siber”.
Menurutnya, Strategi dalam menanggulangi hoaks terbagi dalam tiga level:
Pertama, Di hulu Polri harus melakukan kegiatan (pre-emtif) bersama KemKominfo beserta komunitas lokal, akademisi, masyarakat siber, media, dan pihak swasta secara masif melakukan kampanye, kelas pendidikan dan pelatihan literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital. Peningkatan literasi digital tersebut menjadi salah satu fondasi utama dan solusi berkelanjutan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap hoaks.
Kedua(middle stream), Polri secara aktif memantau dan melakukan upaya penindakan (preventif) atas peredaran konten berbahaya di internet.


