“Bukan tidak mungkin, peristiwa pemanggilan sejumlah kepala desa oleh Polres Sampang mebuat polarisasi dukungan politik makin meruncing yang justru berakibat memecah belah masyarakat ke dalam kubangan disintegrasi, permusuhan, dan perpecahan.

Bagaimanapun, dikatakan Muchlas, Pilkada 2024 Kabupaten Sampang akan menjadi momentum menarik bukan sekadar karena dinamika elektoral Sampang yang sangat kompetitif. Tetapi, kata Muchlas, Pilkada 2024 Sampang menjadi ‘koherensi logis’ dengan hajat hidup dan kesejahteraan masyarakat Sampang ke depan.

“Karena itu, tantangan Pilkada 2024 Kabupaten Sampang kiranya menjadi konsentrasi tidak hanya bagi penyelenggara, tetapi juga warga Sampang. Masyarakat mesti menjaga kompetisi elektoral di Sampang bukan sekadar menjadi party democracy, tetapi lebih substantif pada masa depan kesejahteraan masyarakat Sampang lima tahun ke depan, ” tutup Muchlas.