Adhe menambahkan, meski belum dipasarkan secara luas, jumlah pesanan yang masuk cukup banyak saat sistem pre-order dibuka. Sejak Juni 2024, sudah ada tiga gelombang pemesanan, dengan rata-rata 30-40 pesanan per gelombang. Adhe mengakui bahwa pesanan sering terlambat dipenuhi karena keterbatasan sumber daya manusia dan alat.
“Sekali membuka pemesanan, warga binaan memproduksi 7-10 meter kain tapis sebagai bahan dasar sepatu. Satu meter kain bisa selesai dalam waktu kurang dari sepekan.Kami kekurangan tenaga dan alat untuk membuat kain,” tutupnya.
Baca JugaMengecam Keras Aksi Pencabulan, Anggota DPR RI Minta Pendirian Lembaga Sosial Harus Melalui Verifikasi KetatJumat, 11 Oktober 2024



