Menurut Sudjatmiko, Gus Muhaimin sendiri dikenal sebagai figur yang memiliki jaringan luas di kalangan politik dan masyarakat sipil, serta memiliki track record yang baik dalam menangani isu-isu terkait kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah.

“Peran barunya di kabinet Prabowo-Gibran diprediksi akan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam program-program yang terkait dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” terangnya.

Sementara itu, Istana Negara belum mengumumkan secara resmi posisi yang akan diemban Muhaimin dalam kabinet. Namun, berbagai spekulasi menyebutkan bahwa beliau akan mengisi posisi strategis yang berhubungan dengan bidang sosial atau ekonomi.

Masuknya Muhaimin ke dalam kabinet, diharapkan PKB akan memainkan peran penting dalam peta politik Indonesia selama lima tahun ke depan, bersama dengan koalisi partai-partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.