Hal ini menjawab keluhan dari ketua Koperasi Gerak Nusantara Bekasi, David Nugroho tentang sistem produksi kopi tradisional yang kurang baik, mulai dari Teknik petik merah, penyortiran hingga proses roasting.
Untuk produk perkebunan hasil hutan di Papua Tengah, Ketua Gerak Nusantara Papua Tengah, Yusak Ernes Tebay menyatakan potensi pengembangan produk seperti buah merah, rumah semut, minyak sereh sangat besar namun memerlukaan bantuan untuk packaging dan pemasaran.
Dalam kalimat penutup, Revitriyoso Husodo menyampaikan, “potensi hilirisasi perkebunan tidak hanya menjadi produk ekspor penyumbang devisa negara, namun juga mengurangi ketergantungan impor gula, kopi dan produk obat-obatan, penetrasi pasar dalam negeri serta pemanfaatan limbah industri”.
Dan untuk upaya peningkatan pemasaran, Gerak Nusantara mengajukan kerjasama untuk menggelar rangkaian kegiatan pameran produk berupa Spice Route Expo, di dalam dan di luar negeri. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut pada kesempatan selanjutnya.

