“Sayamenilai bahwa jika Waduk Karian dikelola dengan baik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, maka akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Salah satu sektor yang bisa dikembangkan adalah budidaya ikan air tawa dengan sistem keramba jaring apung (KJA), ” tutur Yusuf menjelaskan.

“Dengan luasnya waduk ini, masyarakat bisa diberdayakan untuk beternak ikan seperti nila, patin, dan lele yang memiliki permintaan pasar tinggi. Selain itu, sektor wisata air juga berpotensi besar, seperti perahu wisata, pemancingan, dan aktivitas rekreasi lainnya yang dapat menarik wisatawan,” tambah Yusup.

Kurangnya Informasi Perizinan Jadi Kendala Utama

Dikatakan Yusuf, salah satu kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya informasi mengenai perizinan dan tata cara pemanfaatan waduk. Kata Yusuf, banyak warga yang ingin memulai usaha di sekitar waduk tetapi tidak mengetahui prosedur yang harus ditempuh, baik terkait izin dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Dinas Perikanan, maupun Dinas Pariwisata.

“Kami mendesak pemerintah untuk memberikan informasi yang transparan mengenai regulasi pemanfaatan Waduk Karian. Saat ini masih banyak masyarakat yang bingung apakah mereka bisa memanfaatkan waduk ini untuk usaha, bagaimana cara mengajukan izin, dan instansi mana yang harus dihubungi,” tegas  Yusup.

Selain transparansi perizinan, kata Yusuf KITA LEBAK juga meminta adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, seperti kemudahan akses modal bagi pembudidaya ikan serta pelaku wisata di sekitar waduk. Kata Yusuf, program pelatihan dan pendampingan teknis juga dinilai penting agar usaha masyarakat bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem waduk.

Harapan KITA LEBAK untuk Masa Depan Waduk Karian

Sebagai organisasi yang peduli terhadap kemajuan daerah, menurut Yusuf, KITA LEBAK berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan memastikan bahwa Waduk Karian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami tidak ingin waduk ini hanya menjadi proyek besar yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Harus ada keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan sumber daya ini, baik dalam sektor perikanan maupun pariwisata,” ucap Yusup menjelaskan.

Ia berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti aspirasi ini dengan langkah nyata, seperti membuka informasi seluas-luasnya, memberikan regulasi yang lebih jelas dan berpihak kepada masyarakat, serta mengadakan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan keterampilan warga dalam mengelola potensi Waduk Karian. Kata Yusuf, engan pemanfaatan yang tepat dan kebijakan yang mendukung, Waduk Karian bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Lebak, Banten

“KITA LEBAK akan terus mendorong langkah-langkah strategis agar waduk ini dapat berkontribusi bagi kesejahteraan warga sekitar, ” tutup Yusuf. (Sopiya)