Pemilik nama lahir Wenda Tan itu masih melakukan pengecekan di Singapura. Untuk durasi pengecekan sudah tak sesering dulu.

“Dulu 3 bulan sekali. Sekarang 6 bulan sekali MRI, dicek jangan sampai berkembang. Kemarin (dicek) untungnya nggak berkembang,” ungkapnya.

Dalam wawancara sebelumnya pada 1 Februari 2025, Sarwendah mengatakan kista batang otak bisa hilang. Hal yang bisa dia lakukan hanya menjaga agar kista tersebut tak bertambah besar.

Kista tersebut sebenarnya bisa dikeluarkan. Akan tetapi, tindakan itu mempunyai risiko besar.

“Jadi memang itu boleh dikeluarin, tapi risikonya 50-50. Risikonya kalau dikeluarin dan nggak berhasil, nanti lumpuh karena kan keseimbangan semuanya di batang otak dan dia nempel,” kata Sarwendah di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

“Jadi kalau bisa hidup seiring, anggaplah kamu (kista) ada di sana, tapi jangan ganggu hidup aku. Harus dicek. Sudah ditanya ke dokter, ‘Apa Dok obatnya? Ya nggak ada. Happy aja hidupnya’,” tukas Sarwendah.