Teropongistana.com Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tidak pernah lolos dari sorotan publik. Ada banyak faktor yang menarik perhatian publik tertuju tiap saat ke dinas ini. Diantaranya pengelolaan anggaran yang sangat besar hingga triliunan rupiah tiap tahun.
Begitu juga penanganan sampah ibukota yang tiap hari juga tak luput dari perhatian masyarakat dan perawatan alat berat yang jumlah ribuan unit baik armada truk maupun alat berat, termasuk didalamnya penggunaan BBM yang selalu dicurigai juga kebenaran volumenya .
Hal lainnya yang menyedot anggaran luar biasa besar dan yang tak kalah menariknya adalah tiap tahun dinas ini selalu memiliki proyek mercusuar seperti pembangunan RDF di Bantar Gebang dan sekarang yang belum beres RDF Rorotan yang menyedot APBD murni Rp 1,3 Triliun. Sebelumnya proyek pembangunan sarungan sampah di sungai Ciliwung.
Semua ini dicurigai publik rawan bancakan pejabat disana. Dari tingkatan pejabat terindah hinggi tertinggal kepala dinas. Ini yang kami minta ditelurusuri aliran dananya ke KPK, kata Amri, Ketua LSM PAKAR (Pembela Kemerdekaan Rakyat) kepada. Wartawan, Selasa (25/03/16).
Amri menyakatakan sejak lama mengamati perjalanan karir Asep Kuswanto mulai dari kepala TPST Bantar Gebang tahun 2015 hingga 2021.
Publik mengetahui disaat itulah Gubernur Basuki Tjahyadi Purnama atau akrab disapa Ahok memutus kontrak dengan PT Godang Tua, dan pengelolaan sampah dari hulu kehilir di swakelola Dinas Lingkungan hidup.
