Pengambilan keputusan ini memang sarat akan konflik kepentingan mengingat bagi2 IUP tambang yg diberikan Bahlil sebagai Menteri ESDM. Usai adanya revisi UU Minerba, perguruan tinggi dan organisasi keagamaan termasuk penerima manfaat dari pengelolaan pertambangan.
Disinyalir bahkan beberapa oknum yang terlibat mungkin sudah diberikan saham di berbagai perusahaan tambang.
Walaupun, akhirnya, disertasi Bahlil Lahadalia tidak dibatalkan Rektor. UI sudah mengakui bahwa Bahlil melanggar etika akademis, tidak jujur dan tidak berintegritas.
Bahlil, si penggemar Whisky Hibiki, akan segera menuliskan permintaan maaf atas kelakuannya yg merusak reputasi UI kepada seluruh Civitas Akademika UI.
Pertanyaanya adalah: Apakah Presiden Prabowo masih mau menerima menteri dengan karakter seperti itu di kabinetnya? Apakah Partai Golkar yang memiliki kursi terbesar kedua (102 kursi) di DPR RI mau dipimpin oleh orang yg etika, kejujuran dan integritasnya sudah cacat?

