Prof Dailami berharap kerja sama akademik dengan JBNU memberikan dampak positif untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dan Korea Selatan.

“Ini adalah peluang peningkatan kualitas SDM di kedua belah pihak bisa menjadi lebih maju,” yakinnya.

Usai MoU, kegiatan dilanjutkan dengan seminar internasional dengan pembicara Ms. Hwarim CHO dan Ms. Lee Hyeonsu dari Jeonbuk National University dan Dr. R. Indarjani.,M.Sc dari Universitas Islam As-syafi’iyah sebagai Direktur As-syafi’iyah Halal Centre (AHC).

Pembicara pertama, Ms Hwarim CHO memberikan banyak informasi tentang peluang kerja sama dengan Jeonbuk National University. Hal itu dilanjutkan dengan program-program internasional oleh Ms Lee.

Dari UIA, Dr. R. Indarjani.M.Sc menjelaskan tentang pendirian As-syafi’iyah Halal Centre (AHC), program kerja AHC, dan peluang kerja sama dengan Jeonbuk National University.

Seminar dimoderatori Dekan FKIP UIA Dr. Misbah Fikrianbto MM., M.Si., M.Pd. Dalam pengantarnya Dr. Misbah mengatakan pentingnya tindaklanjut MoU, yaitu tahapan MoA atau Implementation Agreement (IA) oleh kedua belah pihak.

Misbah juga menekankan pendidikan merupakan sektor utama yang strategis dalam membangun SDM berkualitas. SDM bermutu dihasilkan melalui perguruan tinggi bermutu. Perguruan tinggi merupakan jenjang teratas dalam layanan Pendidikan.

Sebagai informasi, Jeonbuk National University merupakan Universitas Negeri Terbaik Kedua dari 10 Kampus Negeri di Korea Selatan. Perguruan Tinggi yang memiliki prestasi terbaik dalam berbagai rangking dunia.