“Sudah dimasak saja, sudah dimasak saja,” ucap dia.
Hasan meminta masalah itu tidak dibesar-besarkan mengingat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen terhadap kebebasan pers.

“Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau enggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang di-setop buat bikin berita dan wawancara? Enggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus,” beber Hasan.
Ada yang takut enggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi enggak untuk liputan di Istana? Kan enggak. Itu artinya nggak ada kebebasan pers yang dikekang. Kayak misalnya Tempo masih boleh menulis berita enggak? Boleh kan? Masih boleh siaran Bocor Alus enggak? Tetap boleh kan? Itu artinya pemerintah enggak ikut campur sama sekali, enggak ganggu sama sekali,” tambah dia.
![Baubau – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lamangga, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (14/4/2025). Menurut Ribka, program MBG sudah seharusnya dilaksanakan hingga ke pelosok negeri. "Ternyata di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah dilaksanakan program pemberian makanan bergizi untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA)," katanya. Ribka menegaskan, pelaksanaan program MBG dapat memberikan multiplier effect atau efek berganda yang diharapkan mampu menghidupkan sentra ekonomi wilayah setempat. "Artinya pertanian, kemudian peternakan, di bidang tenaga kerja. Ini kan semua akan dapat multiplier effect dari program pemberian makanan bergizi," ujarnya. Selain memberikan manfaat ekonomi, menurut Ribka, program MBG merupakan bentuk investasi terhadap sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan, Presiden Prabowo Subianto berharap MBG dapat memperbaiki kualitas SDM di seluruh Indonesia. "[SDM] dari Sabang sampai Merauke ini memang harus diperbaiki dalam rangka kita akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2045," tegasnya. Selain itu, Ribka juga menyinggung menu MBG di Kota Baubau. Mengingat Provinsi Sultra adalah daerah penghasil perikanan, ia meminta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memberikan menu bergizi yang beragam kepada anak-anak, misalnya dengan memanfaatkan potensi hasil laut yang merupakan kekayaan alam daerah setempat. "Artinya sayurnya, kemudian lauknya misalnya, apalagi di sini kan daerah penghasil perikanan ya, sumber daya laut ini juga harus diberikan [sebagai menu] makanan, jadi tidak hanya ayam," pungkasnya. Sebagai tambahan informasi, dalam peninjauan tersebut Ribka didampingi oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Ketua DPRD Provinsi Sultra La Ode Tariala, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Komandan Resor Militer (Danrem), dan Kepala SPPG Provinsi Sultra.](https://cetromedia.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250414-WA0135-scaled-220x150.webp)
Sekedar informasi, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden. Prasetyo menyampaikan, penunjukan ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Mensesneg.


