“Saya bangga, sekarang kita bisa membantu negara lain dari segi kemanusiaan. Saya bangga menjadi Presiden sebuah negara yang tidak meminta-minta, tapi negara yang membantu negara lain,” ucap Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan petani yang telah bekerja keras mewujudkan program ini, khususnya di Banyuasin dan seluruh wilayah Sumatera Selatan.

“Teknologi seperti ini adalah masa depan pertanian Indonesia. Kita harus dukung penuh, karena ini akan menentukan masa depan ketahanan pangan nasional,” pungkas Presiden Prabowo.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kegiatan tanam serentak menyampaikan bahwa target tanam bulan ini mencapai 1,3 juta hektare, dengan proyeksi hasil sebesar 7,5 juta ton gabah atau setara 3,5–4 juta ton beras. Angka ini jauh di atas kebutuhan bulanan nasional yang berkisar di 2,5 juta ton.

“Khusus Sumatera Selatan, tahun lalu produksinya mencapai 2,9 juta ton. Tahun ini kita optimis bisa mencapai 3,7 juta ton. Ini bukan hanya target, tapi berdasar realita dan tren positif serapan serta produksi,” ujar Mentan Amran.


